Rabu, 30 September 2015

Serpihan Surga Indonesia, Tumpak Sewu Pronojiwo

Genap dua bulan aku tidak menulis di blog ini. Kangen rasanya... (^_^)// Tiga minggu sebelum aku nulis entri ini, rasanya gatal tanganku untuk menulis, tapi sayang tak ada bahan dan ide untuk corat-coret di entri baru blog ini.
Kebetulan minggu ini aku melarikan diri ke rumah Saudaraku di Lumajang. Melarikan diri? .... Yup.... bisa dibilang seperti itu. Pulang sekolah, aku memutuskan ikut saudaraku pulang ke candipuro, Lumajang. Dengan sedikit memaksa adek laki-lakiku untuk mengikuti pelarian diriku dan dijawab "terserah", berarti sukseslah pelarianku.
Salah satu alasanku kenapa melarikan diri, karena rasa iriku pada ibu dan bu lekku yang sudah mengunjungi air terjun Tumpak Sewu di Pronojiwo. Yup... tujuan utamaku mbolang ke sana.

Untuk menuju Coban Sewu kita perlu menuju Lumajang kemudian setelah di tugu perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang, sekitar 100 meter sebelum tugu tersebut ada gang turun pada kiri jalan jika kita dari arah Lumajang. Kemudian kita lurus saja sampai sungai, lalu motor diletakkan di gubuk penambang pasir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai sekitar 200 meter, baru setelah itu kita akan menemukan air terjun ini.

Perjalananku di mulai dari lokasi rumah saudaraku di Candirpuro, Lumajang. Perjalanan kurang/lebih satu jam sampailah kami di lokasi perkampungan yang cukup ramai dengan lahan parkir yang tidak besar. Dengan membayar loket Rp. 5.000,00 kita bisa memasuki wilayah ini.
Kemudian kami pun masuk ke lokasi dengan menyusuri kebun milik warga. Sisi kiri dan kanan jalan berjajar ratusan pohon salak yang sudah berbuah. Menyusuri jalan turunan setapak yang cukup lebar namun hanya terbuat dari gundukan tanah yang rapi tapi cukup licin. Saat menyusuri jalan ini diharap berhati-hati, jangan terburu-buru saat turun.
Setelah berjalan sekitar 5 menit, sampailah di pos pertama. Di sana terdapat satu warung yang menjual minuman dan beberapa tenda yang kosong untuk beristirahat. Berjalan di sebelah kanan terdapat tanah yang berundak, disana kita dapat melihat keindahan air terjun dari tampak atas. Keseluruhan air terjun terlihat di sana.... Masya Allah... sungguh indah ciptaan Allah ini. Tebing yang berpaduan warna coklat dan hijau dihiasi puluhan sutra putih yang diselampirkan tak beraturan.
Melihat pemandangan luar biasa ini sudah cukup menyegarkan mata. Namun bagi pengunjung yang tidak puas menikmati serpihan surga ini dari atas, bisa melanjutkan perjalanan menuju ke bawah. Saran bagi pengunjung yang ingin merasakan dingin dan segarnya air yang jatuh di bawah, siapkan fisik dan mental yang cukup. Dikarenakan perjalanan yang cukup panjang dan sangat sulit. Untuk pengunjung yang sudah terbiasa naik gunung, mungkin sudah paham apa saja yang harus disiapkan. Bagi yang masih awam dengan pendakian, diharapkan mempersiapkan diri salah satunya memakai alas kaki yang sesuai untuk pendakian dan tidak membawa bawaan yang berat.
Untuk menuju ke lokasi dari warung penjual minuman, kita lewat jalan di sebelah kiri. Kemudian turun menuju jalan setapak yang hanya dipagari bambu. Cukup tidak aman untuk pengunjung, jadi diharap berhati-hati. Jalan tanah yang licin pun masih hiasi sepanjang jalan tebing yang sangat curam.
 
Selain jalan tanah, ada juga jembatan yang terbuat dari bambu cukup ringkih dan sempit. Namun masih aman untuk dilewati.
 *Tiga Foto di atas ini diambil saat naik/perjalanan pulang*
Selain jalanan jembatan bambu, juga tangga yang terbuat dari bambu. Di tengah jalan ada beberapa pos untuk beristirahat bagi pengunjung yang lelah bisa mengistirahatkan kaki. Kira-kira di tengah perjalanan turun tebing, terdapat air terjun kecil berbatu yang cukup licin. Perlu perjuangan dan sangat hati-hati melewati air terjun itu. Namun sangat menyegarkan, air yang dingin membasahi kaki yang sudah lumayan letih menuruni tebing. Suara gremicik air menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung untuk menghilangkan stress saat turun tebing.

Sesampai di bawah bertemulah kami dengan aliran sungai dengan wilayah tanah berbatuan yang cukup lebar. Sudah sampaikah kami ditujuan? tentu saja belum!!!
Setelah beristirahat beberapa menit, menyelonjorkan kaki yang cukup kejuh. Bermain air di sungai yang cukup deras, sangatlah menyegarkan. Selagi beristirahat, aku melihat sekeliling wilayah ini, sangat alami. Udara yang segar dan suara derasnya aliran sungai membuat rasa lelah kami menghilang.
Melihat di sisi kiri terdapat tanda jalan menuju Gua Tetes yang sudah terkenal di wilayah ini. Jika pengunjung ingin melanjutkan perjalanan ke Gua Tetes bisa melewati jalan tersebut mengikuti aliran sungai yang cukup panjang. Di sisi kanan terdapat pos kedua, loket menuju ke lokasi. Cukup membayar Rp. 5.000,00 per orang, kita bisa memasuki wilayah air terjun.
Setelah melewati pos kedua, kami melewati aliran sungai yang membelok. Bagai gerbang yang telah terbuka lebar menuju serpihan surga ini. Suara gremicik air sungai dan jatuhnya air terjun terlah terdengar.
 Here we are.... Air Terjun Tumpak Sewu....
Silahkan lihat video ini!!!!! nikmatilah keindahan serpihan surga ini... Masya Allah ... Indah sekali ciptaan Allah ini...
Ada empat spot yang bisa dinikmati. Pertama, air terjun kecil di sisi kiri air terjun utama.
  
Spot kedua, air terjun kedua di atas spot pertama, sangat tinggi dan panjang menghiasi tebing.
  
Spot ketiga, dibawah air terjun utama. cukup sulit dijangkau, karena licin dan jauh. Sayangnya kami tidak menuju ke sana. Saran bagi pengunjung, kunjungi spot ini sensasi air terjun utama sangat terasa ... aaahhh.... cukup menyesal kami tidak ke sana.
 
Spot terakhir, bukit kecil tepat di depan air terjun utama. Jalan menuju ke sana tidak begitu curam, hanya saja cukup licin. Berdiri di sana sangat luar biasa. Tetesan air yang terbawa angin, bagai air hujan yang cukup deras membasahi baju kami yang sibuk menikmati pemandangan luar biasa di atas bukit. Di puncak bukit terdapat bendera Merah Putih yang berkibar. Spot ini adalah spot utama yang harus dikunjungi!!!
 
 Indonesia.... memang surga dunia.... inilah salah satu buktinya. 
Serpihan Surga di Indonesia
Salam dari kami, gerombolan kecil Keluarga Cendana Bangil


Sumber/ Link :
http://explore1ndonesia.blogspot.co.id/2015/03/coban-sewu-destinasi-air-terjun-eksotis.html
Share:

Sabtu, 11 Juli 2015

Because I Miss You (OST Heartstrings) - by Jung Yong Hwa

  
Neul ttokgateun haneure
Selalu tepat dibawah langit yang sama
Neul gateun haru
Selalu sama beberapa hari
Geudega omneun-gotmalgoneun Dallajin-ge omneunde
Selain tidak memiliki kamu tidak ada yang berbeda pada semuanya

Nan utgoman sipeunde Da ijeundeusi
Ku sudah berpikir tentang membiarkan kamu pergi
Amuil aneun deut geuroke
Tanpa meninggalkan memori samar seperti tidak ada yang terjadi
Useumyo salgopeunde
Senyuman menghidupkan hari-hariku

*Geuriwo geuriwoso
Rindu kamu, sangat rindu kamu
Geudega geuriwoso
Karena aku sangat merindukanmu
Meil nan honjasoman
Setiap hari aku sendiri
Geudereul bureugo bullobwayo
Dan aku memanggilmu

Bogopa bogopaso
Ingin melihatmu, ingin melihatmu
Geudega bogopaso
Karena aku ingin melihatmu
Ije nan seupgwanchorom
Sekarang hanya seperti sebuah kebiasaan
Geudea ireumman bureuneyo
Aku hanya menyebut nama anda

Oneuldo
Bahkan saat ini
Nan bonenjur-aratjyo da namgim-obsi
Aku sudah berpikir tentang membiarkanmu pergi
Anijyo anijyo nan ajik geudereul motbonetjyo
Tidak tidak, aku masih tidak bisa membiarkanmu pergi

Oneuldo
bahkan saat ini
Haruharuga jugeul gotman gateunde
Setiap hari tampaknya menjadi hari terakhir bagi saya
Ottoke heyaheyo
Apa yang harus ku lakukan
(back to *)

Saranghe sarangheyo
Cinta, aku cinta kamu
Geudereul sarangheyo
Benar-benar cinta kamu
Maljocha mot-hagoso geudereul geuroke bonenneyo
Pengakuanku sudah terlambat, apakah kamu sudah mendengar

Mianhe mianheyo
Maaf, maafkanku
Nae mari deullinayo
Apakah kamu mendengar kata-kataku
Dwineujeun nae gobegeul geuden deureul su isseulkkayo
Kebingunganku yang terlambat dapatkah kamu mendengar ini
Sarangheyo
Aku mencintaimu
Share:

Ost Heartstring - Give Me A Smile (Comfort Song) by Jung Yong Hwa

 
utseobwa seulpeohajiman malgo
Give me a smile, don’t be sad

gwaenchanha nunmul heulliji malgo
It’s going to be alright, don’t shed tears

jigeum bureuneun nae noraega
The song that I am singing now

jakeun wiroga doegil barae
I hope that it can bring you a bit of comfort

utseobwa apahajiman malgo
Give me a smile, don’t get hurt

gwaenchanha sesangi neol himdeulgehaedo
It’s going to be alright, although you are going through a hard time now

i sigani da jinagamyeon
Time will pass

modu da neol ihae halgeoya
Everything will look up again

utseobwa ne gyeote ittjanha
Give me a smile, I am right here by your side

saranghae nae mami deullini
I love you, can you hear my heart?

nuga mworaedo neol midgottneun
No matter what, I believe you

naega hamkke ittjanha
I am always here for you

utseobwa nae nuneul barabwa
Give me a smile, look into my eyes

saranghae neol saranghan mameun
I love you, I have always been looking at your heart

byeonhaji anha nae eokkae gidae
It has never changed

jamsiman swimyeon dwae
You can lean on my shoulders, take a rest

utseobwa
Give me a smile

neol midgoittneun naega ittjanha
I am here for you, me who believes in you always and forever


Share:

Ost Princess Hours / Goong- Parrot by Howl

Tto eoje cheoreom dashi geuriseubnida
(Seperti kemarin, aku kembali merindukanmu)

Bogo sipheun mam juljido aneunji
(Perasaan rindu ini tidak dapat terjelaskan)

Jakkuman geudaega tto eoreumnida
(Aku masih saja dan kembali mengenangmu)

Hae alyeo bolsureok tto nunmul namnida
(Bagaimanapun aku berusaha membuangnya, air mata kembali muncul)

Humchyeone bwado heureuneun nunmure
(Semakin aku menahannya, air mataku semakin berjatuhan)

Gieogi tto dareun gieoguro beonjyeo
(Kenangan yang satu dan kenangan yang lain bermunculan)

Apheuge nal ullimnida
(Membuatku menangis pilu)

Badeun geotman isseoseo
(Karena aku yang selalu menerima)

Naegen huhwe phuninde
(Membawaku pada penyesalan)

Junge eobsneun
(Karena aku tak pernah melakukan apapun)

Nal geudaen tto ijeulka geobina
(Aku takut kau akan melupakanku)

Saranghabnida nan,  nan saranghabnida
(Aku mencintaimu, aku mencintaimu)

Geudae-ege beun manhgo manheun maldeul junge
(Kata-kata yang sangat ingin ku katakan berkali-kali padamu)

I marhana i bbeorud cheoreom na
(Kata-kata yang sering kau katakan pada orang sepertiku)

Jungeol georibnida honja babo cheoreom
(Aku berbicara pada diriku sendiri seperti orang bodoh)

Mianhabnida cham, cham mianhabnida
(Maafkan aku, sungguh maafkan aku)

Dwineujeun i malkkaji mianhajiman
(Maafkan untuk kata-kataku yang terlambat ini)

Yeomchi eobsi geudael gidarimnida
(Tanpa rasa malu aku menunggumu)

Haengyeo nae ireun doraolka
(Akankah suatu hari, kau akan kembali kepadaku?)

Geudaeran sejangi bijeobgin haesseodo
(Walaupun sangkar di sana menggambarkan kepicikanmu)

Johaseubnida haengbokhaeseubnida
(Aku tetap menyukainya, aku tetap merasa bahagia)

Ibyeoreul mollatdon yeongweoneul mideotdeon geu nallo na gumerado
(Aku akan kembali ke hari dimana aku percaya pada keabadian tanpa perpisahan)

Doragalsu itdamyeon nae maeumeul moaseo
(Jika aku dapat kembali ke masa lalu, aku akan mengumpulkan segenap hatiku)

Nae gaseumeul deoreoseo da geudaereul jultende
(Membawanya dan menyerahkan semuanya padamu)

Saranghabnida nan,  nan saranghabnida
(Aku mencintaimu, aku mencintaimu)

Geudae-ege beun manhgo manheun maldeul junge
(Kata-kata yang sangat ingin ku katakan berkali-kali padamu)

I marhana i bbeorud cheoreom na
(Kata-kata yang sering kau katakan pada orang sepertiku)

Jungeol georibnida honja babo cheoreom
(Aku berbicara pada diriku sendiri seperti orang bodoh)

Mianhabnida cham, cham mianhabnida
(Maafkan aku, sungguh maafkan aku)

Dwineujeun i malkkaji mianhajiman
(Maafkan untuk kata-kataku yang terlambat ini)

Yeomchi eobsi geudael gidarimnida
(Tanpa rasa malu aku menunggumu)

Haengyeo nae ireun doraolka
(Akankah suatu hari, kau akan kembali kepadaku?)

I maeum, kkeuthnae geudaen molla, bol su eobseodo
(Perasaan ini, jika pada akhirnya kau tidak mengetahuinya, dan tak dapat melihatnya)

Geudaega byeonhae doneun nan anirado
(Dan kau pun telah berubah, bukan untukku lagi)

Bulleo bogo dashi bulleobomnida
(Memanggil-manggilmu, aku akan kembali memanggilmu)

Aengmusae cheoreom geudae ireum
(Seperti burung beo yang memanggil namamu)

Geudae sarangman ireohge
(Dan hanya mencintaimu seperti ini)



Share:

Jumat, 10 Juli 2015

Melemaskan Tangan Dengan Pensil Warna

Puasa.... kalau siang pasti ngantuk, dari pada tidur mulu... mending melemaskan tanganku yang udah kaku. Setalah kepo hasil share temen-temen di jejaring sosial ketemulah gambar unik ini.
 
Dasar aku yang gampang penasaran sama gambar-gambar unik, jadilah kusimpan di leppy. Sekian lama disimpan, rasanya gatal juga tangan ini coba untuk menggambarnya. Alhasil inilah step by step prosesnya. 






 Its not perfect.... but i like it.... dan harus dicoba lagi selanjutnya dengan model yang lain.

Share:

Translate

Tentang aku dan blog-ku

Mengabadikan momen dan kenangan itulah tujuanku membuat blog ini. Setiap momen, kebiasaan, kegemaran yang kutulis di sini sangatlah berarti untukku. Tak ada maksud untuk riya' atau menyombongkan diri, hanya sebagai pengingatku. Aku termasuk orang yang gampang lupa akan kenangan. Karena itu kubuatlah blog ini, agar aku selalu ingat apa yang telah aku lalui dan aku telah lakukan. Selamat membaca kenanganku teman...
ariewia. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers